Kamis, 19 Juni 2008

Bersyukur Cermin Hidup Mulia

Bersyukur Cermin Hidup Mulia

Sukses dan mulia adalah dua kata yang tak terpisahkan Secara sederhana, sesorang dikatakan sukses bila telah memiliki 4-ta yang tinggi. Empat Ta itu adalah harta, tahta, kata, cinta. Orang dikatakan sukses bila memperoleh Empat Ta itu karena expertise (keahlian, core competence, prestasi) yang dimilikinya, fair, tidak melanggar etika serta ajaran agama.

Sementara mulia ditandai dengan seberapa aktif seseorang berbagi 4-ta yang telah dimilikinya. Sebagian harta yang dimiliki akan dibagikan untuk orang lain yang kehidupannya belum beruntung secara materi. Jabatan (tahta) yang diduduki akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memberikan manfaat dan nilai kepada semua stakeholder. Ilmu (kata) yang dimiliki akan dibagikan kepada siapapun yang siap menampungnya. Nama baik dan popularitas (cinta) yang disandangnya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi akan tetapi untuk kepentingan yang lebih luas.

Dalam suasana lebaran, biasanya orang berlomba berbagi 4-ta kepada kerabat, tetangga dan mitra kerja. Dari berkirim sms, kartu lebaran, parchel, berkunjung ke rumah, berdiskusi dan memberikan angpoy kepada keponakan. Semua itu merupakan cerminan bahwa hidup anda menuju kemuliaan.

Agar tradisi berbagi sebagai cerminan hidup mulia itu terus membudaya setelah lebaran, kita perlu memiliki sikap bersyukur. Apapun yang telah dikaruniakan Sang Pencipta kepada kita haruslah disyukuri. Bukti syukur ditandai dengan memanfaatkan secara optimal apa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Untuk memberikan ilustrasi sederhana bagaimana kita bersyukur, saya paparkan perumpamaan. Saya memiliki jaket branded yang sangat berkualitas. Suatu saat, jaket itu saya berikan kepada sahabat karib saya. Menerima jaket itu, dia menangis haru bahkan sampai memeluk saya erat-erat dalam jangka waktu yang lama. Pertanyaan saya, apakah dia sudah bersyukur?
Sebagian anda pasti menjawab ”ya, dia sudah bersyukur.” Saya ajukan pertanyaan lain, ”setelah tiga tahun saya bersama, ternyata sahabat saya tidak pernah memakai jaket pemberian saya, nah apakah dia bersyukur? Tentu anda menjawab ”dia kurang bersyukur.

Bersyukur tidak sekedar ucapan dan air mata semata. Bersyukur harus dibuktikan dengan aksi nyata berupa memanfaatkan apa yang telah diberikan kepada kita. Termasuk pemberian Allah kepada kita. Bila kita mengaku bersyukur kepada Allah maka kita harus memanfaatkan secara optimal pemberian-Nya kepada kita.

Penglihatan, pendengaran, akal, tubuh yang sempurna, alam semesta dan semua isinya adalah pemberian Sang Khalik kepada kita. Bila Anda ingin disebut sebagai hamba yang bersyukur maka manfaatkanlah semua itu dengan optimal. Tidak hanya berhenti pada ucapan ”Alhamdulillah, puji Tuhan” dan sebagainya.

Salah satu bentuk aksi bersyukur adalah anda selalu berbagi 4-ta yang anda miliki kepada pihak lain yang memerlukan. Berbagi 4-ta menjadi aktifitas harian anda, tidak hanya waktu lebaran saja. Orang-orang besar dunia dan para pelaku sejarah yang namanya tetap dikenang baik hingga sekarang adalah mereka yang senang berbagi 4-ta.
Semakin banyak anda bersyukur, semakin banyak nikmat yang akan ditambahkan oleh-Nya kepada Anda. Dan, semakin banyak anda berbagi 4-ta, akan semakin mulialah hidup anda.

Tidak ada komentar: