Rabu, 25 Juni 2008

Biar Allah yang Menilainya

** Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.
** Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.
** Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu
** Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.
**Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.
* Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.** Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok akan dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.
** Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidakakan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.
** Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur, dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu.

Jumat, 20 Juni 2008

I Love U





Adakalanya dengan ketakutan dan kebingungan kita memutuskan tidak akan pernah percaya dan mencintai siapapun lagi. Kitapun merasakan senang jika ada seseorang yang selalu disisi kita saat sedih maupun saat senang.
Seseorang yang selalu membantu kita tanpa mengharap apapun selain senyuman kita, yang mengerti, yang memahami dan menerima kita apa adanya. Beberapa dari kita menyebutnya sahabat perjalanan hidup. Sebagian lebih sederhana mengatakan teman seperjuangan. Bagi yang romantis menyatakan kekasih hati. Teruntuk yang telah menikah mengakui bahwa Tuhan menciptakannya agar kita tidak merasa kesepian.

Sejauh mana beda dari semua itu? Kenapa bersahabat? Benarkah hidup terlalu keras untuk dijalani seorang diri? Atau karena kita ingin menumpahkan rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati? Mungkinkah karena kita memiliki sesuatu yang sejalan hingga kita menyamakan orang lain dengan apa yang kita rasakan? Sungguh! Betapa sulit mencari sahabat diwaktu kita tengah kesusahan Dan benarlah betapa mudah mengajak seseorang untuk bergabung dalam kegembiraan kita

Manusia emang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin sahabat kita ngerasa bete, nggak disayang,nggak dihargai.

Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif-penolakan, kesalahpahaman-dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Sedalam kelemahan kita harusnya kita lebih sering berkata “maaf” dibanding “aku’ jika kita memang manganggapnya sahabat. Setinggi keinginan kita harusnya kita lebih berbahagia berkata “aku tidak mau merepotkanmu” dibanding “mengertilah diriku” jika kita telah mengerti bahwa dia sahabat kita
Bertahanlah, karena sahabatmu adalah semua yang pernah hadir dalam hatimu. Berterimakasihlah, sahabatmu adalah semua yang telah membentukmu hingga kamu menjadi seperti sekarang ini. Bersiaplah, karena kamu akan masih kehilangan banyak sahabat untuk menemukan sahabat-sahabat baru sepanjang perjalanan hidupmu.

Should I ?

Kamis, 19 Juni 2008

Bersyukur Cermin Hidup Mulia

Bersyukur Cermin Hidup Mulia

Sukses dan mulia adalah dua kata yang tak terpisahkan Secara sederhana, sesorang dikatakan sukses bila telah memiliki 4-ta yang tinggi. Empat Ta itu adalah harta, tahta, kata, cinta. Orang dikatakan sukses bila memperoleh Empat Ta itu karena expertise (keahlian, core competence, prestasi) yang dimilikinya, fair, tidak melanggar etika serta ajaran agama.

Sementara mulia ditandai dengan seberapa aktif seseorang berbagi 4-ta yang telah dimilikinya. Sebagian harta yang dimiliki akan dibagikan untuk orang lain yang kehidupannya belum beruntung secara materi. Jabatan (tahta) yang diduduki akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memberikan manfaat dan nilai kepada semua stakeholder. Ilmu (kata) yang dimiliki akan dibagikan kepada siapapun yang siap menampungnya. Nama baik dan popularitas (cinta) yang disandangnya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi akan tetapi untuk kepentingan yang lebih luas.

Dalam suasana lebaran, biasanya orang berlomba berbagi 4-ta kepada kerabat, tetangga dan mitra kerja. Dari berkirim sms, kartu lebaran, parchel, berkunjung ke rumah, berdiskusi dan memberikan angpoy kepada keponakan. Semua itu merupakan cerminan bahwa hidup anda menuju kemuliaan.

Agar tradisi berbagi sebagai cerminan hidup mulia itu terus membudaya setelah lebaran, kita perlu memiliki sikap bersyukur. Apapun yang telah dikaruniakan Sang Pencipta kepada kita haruslah disyukuri. Bukti syukur ditandai dengan memanfaatkan secara optimal apa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Untuk memberikan ilustrasi sederhana bagaimana kita bersyukur, saya paparkan perumpamaan. Saya memiliki jaket branded yang sangat berkualitas. Suatu saat, jaket itu saya berikan kepada sahabat karib saya. Menerima jaket itu, dia menangis haru bahkan sampai memeluk saya erat-erat dalam jangka waktu yang lama. Pertanyaan saya, apakah dia sudah bersyukur?
Sebagian anda pasti menjawab ”ya, dia sudah bersyukur.” Saya ajukan pertanyaan lain, ”setelah tiga tahun saya bersama, ternyata sahabat saya tidak pernah memakai jaket pemberian saya, nah apakah dia bersyukur? Tentu anda menjawab ”dia kurang bersyukur.

Bersyukur tidak sekedar ucapan dan air mata semata. Bersyukur harus dibuktikan dengan aksi nyata berupa memanfaatkan apa yang telah diberikan kepada kita. Termasuk pemberian Allah kepada kita. Bila kita mengaku bersyukur kepada Allah maka kita harus memanfaatkan secara optimal pemberian-Nya kepada kita.

Penglihatan, pendengaran, akal, tubuh yang sempurna, alam semesta dan semua isinya adalah pemberian Sang Khalik kepada kita. Bila Anda ingin disebut sebagai hamba yang bersyukur maka manfaatkanlah semua itu dengan optimal. Tidak hanya berhenti pada ucapan ”Alhamdulillah, puji Tuhan” dan sebagainya.

Salah satu bentuk aksi bersyukur adalah anda selalu berbagi 4-ta yang anda miliki kepada pihak lain yang memerlukan. Berbagi 4-ta menjadi aktifitas harian anda, tidak hanya waktu lebaran saja. Orang-orang besar dunia dan para pelaku sejarah yang namanya tetap dikenang baik hingga sekarang adalah mereka yang senang berbagi 4-ta.
Semakin banyak anda bersyukur, semakin banyak nikmat yang akan ditambahkan oleh-Nya kepada Anda. Dan, semakin banyak anda berbagi 4-ta, akan semakin mulialah hidup anda.